Ada Bayang-bayang Ahok di Kasus “Hina Salib” UAS

0
178

Nama Ahok mencuat ditengah isu miring yang kini mendera Ustadz Abdul Somad (UAS). Munculnya Ahok, meski hanya untuk memberikan wawasan kepada mereka yang tak paham tentang simbol salib, tak pelak meruncingkan perbincangan publik terhadap kedua tokoh nasional ini tentang penistaan agama.

Sebuah analisia menarik didapat melalui platform Big Data Evello di media dan media sosial terhadap 13 tokoh nasional. Ada Abdul Somad, Rizieq Sihab, Ahok, Mahfud Md, Rocky Gerung hingga Sri Mulyani. Hasil analisis ini menghasilkan, mencuatnya dua nama tokoh besar paling menarik perhatian publik.

Isu Sensitif

Siapa yang tak kenal Abdul Somad (UAS) dan Ahok? dalam sepekan terakhir ini saja, keduanya telah terbukti paling ramai mendapat perbincangan maupun pemberitaan. Di Twitter misalnya, UAS menorehkan angka 48,555 ribu percakapan, angka ini lebih tinggi dari Ahok dengan 41,905 tweet. Selain twitter, UAS unggul jauh di facebook, namun tidak dengan media online dan youtube, Ahok rajanya.

Lonjakan pemberitaan tentang UAS mulai terjadi pada tanggal 17 hingga akhir periode pemantauan, yakni 20 Agustus, dengan total sebaran berita 5,549 berita. Di periode yang sama, Ahok juga muncul dan berita tentang dirinya melonjak pada tanggal 19 – 20 Agustus, dengan seluruh total sebaran berita Ahok sebanyak 1.267.

Berita-berita tersebut, salah satunya menonjolkan isi ceramah UAS membahas tentang symbol salib. UAS menjelaskan bahwa salib adalah tempat bersarangnya jin kafir. Isu ini sensitif, terbukti berita UAS ceramah tentang salib memantik reaksi keras public. Ragam opini tentang salib, tentang penistaan agama dan akhirnya kabar pelaporan terhadap UAS pun gencar bertebaran.       

Gencarnya tudingan penghinaan penistaan agama membuat UAS harus mengklarifikasi terkait ceramahnya tersebut. UAS pun menyebut poin klarifikasi lewat okezone.com, terbit pada 19 Agustus 2019, diantaranya ia menjelaskan bahwa dirinya hanya menjawab pertanyaan dari seorang jamaah yang hadir di kajiannya.

UAS juga mengaku bahwa kajian yang diselenggarakan pada waktu itu tertutup, alias tidak untuk umum. “Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola. Bukan di TV, tapi untuk intern umat Islam menjelaskan pertanyaan umat Islam mengenai patung dan tentang kedudukan Nabi Isa. Untuk orang Islam dalam sunah Nabi Muhammad,” jelasnya

Intersepsi Ahok

Nama Ahok turut mencuat ditengah isu miring yang kini mendera UAS. Munculnya Ahok, meski hanya untuk memberikan wawasan kepada mereka yang tak paham tentang simbol salib, tak pelak meruncingkan perbincangan publik terhadap kedua tokoh nasional ini tentang penistaan agama.

Kemunculan Ahok dapat terlihat jelas dengan jumlah akun unik yang terlibat membicarakan Ahok berselisih tipis dengan UAS. Ini membuktikan adanya peluang terjadinya intersepsi isu tentang Ahok dan UAS oleh public. Sebuah intersepsi yang tajam berupa isu tunggal terkait kedua tokoh ini.

Ternyata, awan tema yang melingkupi kedua tokoh ini dapat memperjelas bahwa tema tunggal yang mengitersepsi itu adalah “penistaan agama”. Perhatikan juga adanya akun TeddyGusnaidi, permadiaktivis, detikcom sama-sama ternyata mengulas kedua tokoh ini.

Lebih jauh, Ahok seperti diketahui bersama pernah merasakan “dibui” akibat penistaan agama, bagaimanapun Ahok jugalah salah seorang yang mendapat fatwa menistakan agama oleh MUI kala itu. Kini pendapat MUI dalam menyikapi kasus UAS mendapat sorotan netizen, misalnya oleh akun @kis-miyanto dengan membandingkan bagaimana MUI bersikap terhadap Ahok dan Mui terhadap kasus UAS. Disinilah bayang-bayang Ahok muncul di kasus “hina salib” UAS, meski sebelumnya Ahok sudah menegaskan tak ingin kasusnya disamakan dengan UAS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here