Dirilisnya informasi Gobills bisa untuk SPP tanggal 17 Februari, memicu kegaduhan yang menyeret Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang juga mantan CEO Gojek. Pada 19 Februari Nadiem memberikan penjelasan, bahwa dirinya tidak terkait dengan ekspansi bisnis Gopay, dan rencana ini memang sudah lama masuk dalam agenda bisnis Gojek. Apakah klarifikasi Nadiem Makarim ini bisa diterima masyarakat? Mari kita ulas dengan beberapa fitur Evello.

Pembayaran SPP sekolah sudah dapat dilakukan melalui GoPay diaplikasi GoJek. Senior Vice President Sales GoPay, Arno Tse mengatakan pada media (17/2 – 2020), metode pembayaran biaya pendidikan ini memudahkan orang tua murid karena dapat dilakukan dimana saja.

Pembayaran itu dapat dilakukan melalui aplikasi Gojek di fitur GoBills. Tidak hanya membayar SPP, pembayaran pendidikan lain seperti buku, seragam, dan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat dibayar dengan GoPay.

Secara umum media menurunkan berita berkaitan dengan bayar SPP via Gopay yang dikaitkan dengan Nadiem Makarim. Media juga membahas hasil survei Indobarometer, lengkapnya seperti pada Gambar di bawah ini, petikan data tanggal 17-18 Februari 2020.

Sementara respon warganet beragam, pada tangkapan layar theme cloud Evello di bawah ini. Urutan tiga besar melibatkan akun @asumsico, @msaid_didu & @Kemdikbud_RI

Apa isi cuitan @asumsico yang di retweet pengguna twitter sampai 4,427 kali?

Cuitan yang menyebutkan bahwa dulu ketika Nadiem Makarim didaulat Mendikbud-netizen membuat meme, bisa bayar SPP dengan Gopay-kini menjadi kenyataan.

Akun msaid_didu membuat postingan tertanggal 18 Februari 2020. Seperti pada gambar di atas, msaid_didu menyebutkan adanya konflik kepentingan dengan ‘penunjukan’ Gopay untuk pembayaran SPP. Konten ini sudah di cuitkan 665 kali. Pada akun@Kemdikbud_RI isi cuitan seputar program Kemdikbud. Pembentuk opini negatif terbesar berasal dari akun msaid_didu. Sementara milik akun @asumsico lebih bersifat netal. Selain itu ada juga komentar positif yang membela, dari akun @kurawa, yang menyatakan fitur ini sebelumnya juga sudah ada di Tokopedia.

Nadiem Makarim kemudian angkat bicara terkait polemik pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) mengunakan GoPay. Menurut Nadiem, metode pembayaran SPP seperti apa pun untuk sekolah swasta bukanlah urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Itu kan enggak ada urusannya sama Kemendikbud sama sekali. Sekolah-sekolah kayak swasta kan menerima apa pun cara pembayaran, dia mau pilih bank apa,” kata Nadiem dalam acara satu dekade Mata Najwa di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Rabu 19 Februari 2020, seperti yang dimuat Kompas. Penjelasan sejenis juga di muat beberapa media lainnya.

Bagaimana respon masyarakat pasca pernyataan Nadiem Makarim? Fitur Result Evello bisa menjelaskan ini seperti gambar di bawah, cuplikan data 15-22 Februari 2020.

Timeline agregat percakapan di media sosial dan jumlah media coverage milik Nadiem Makarim di interest Menteri Kabinet, terlihat ada peningkatan pada tanggal 18 Februari. Lonjakan perbincangan di 18/2 tersebut karena tingginya respon pada topik bayar SPP pakai Gopay. Kemudian keluar penjelasan Nadiem tanggal 19 Februari. Grafik warna ungu Nadiem cenderung berangsur turun setelahnya. Sampai hari ini, tanggal 22 Februari.

Lebih lanjut kita bisa lihat pada theme cloud di periode 20-22 Februari. Jumlah cuitan pasca dirilisnya pernyataan Mendikbud tidak sampai ribuan. Post/re-tweet di twitter tiga terbesar melibatkan akun @EnggalPMT, @Kemdikbud_RI dan @NataliusPigai2.

Jumlah cuitan yang hanya ratusan dibandingkan sebelum ada keterangan Nadiem Makarim, merupakan indikasi klarifikasi telah diterima masyarakat dan paham dengan kondisi yang sebenarnya. Mendikbud memang tidak ada kaitan, hanya saja kebetulan sebelumnya pernah menjadi CEO Gojek, sehingga ada sebagian warganet yang mengaitkan hal ini.

Isi cuitan dari theme cloud juga sudah berubah, walaupun masih ada yang mengaitkan Nadiem berada dibalik pembayaran SPP pakai Gopay ini.

Namun jika dilihat pada theme cloud, akun twitter resmi Mendikbud, Nadiem Makarim tidak menjadi akun utama yang dilibatkan warganet. Akun resmi Nadiem bukan menjadi sumber informasi utama, seperti pada Menhan Prabowo Subianto. Akun resmi Prabowo Subianto menjadi episentrum percakapan di media sosial.

 

Kesimpulan:

  1. Akun @msaid_didu menjadi akun utama pembentuk opini negatif terbesar dari bayar SPP pakai Gopay, dengan postingan ‘adanya konflik kepentingan dengan ‘penunjukan’ Gopay untuk pembayaran SPP’.
  2. Pernyataan Mendikbud pada Rabu 19 Februari 2020, seperti yang dimuat Kompas, meredakan kegaduhan di masyarakat, meskipun belum diterima sepenuhnya oleh warganet.
  3. Absennya akun resmi Nadiem Makarim, berarti Mendikbud belum menjadi sumber utama opini di media sosial. Akun resmi Nadiem Makarim tidak dikenal netizen. Jika melihat menteri lain, seperti Menhan Prabowo Subianto, maka akun resmi twitter Prabowo Subianto, @Prabowo menjadi akun utama sumber informasi.

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here