Pemimpin Paling Disukai

0
468

Seperti artikel sebelumnya, bahwa alasan pemilih suka atau tidak suka atau memutuskan memilih kandidat peserta pemilu, bisa digolongkan menjadi tiga, yaitu:

  1. Performa individu dalam memimpin/bekerja
  2. Faktor Personal (agama, suku, karakter, latar belakang, dll)
  3. Respon terhadap isu-isu spesifik

Ternyata alasan memilih ini juga bisa menjadi indikator seberapa besar engagement antara pemilih dan kandidat. Engagement yang tinggi bertransformasi menjadi aksi advokasi pendukung. Salah satu cara menidentifikasi advokat adalah dengan adanya alasan emosional atau evaluasi terhadap faktor personal (poin pertama). Misalnya saat pilpres kemarin, untuk Joko Widodo ada sabar dan sederhana, sedangkan Prabowo Subianto tegas dan nasionalis.

Dengan bantuan Evello Big Data Analitik, kita mencoba mencari siapakah kepala daerah yang paling disukai. Pertama dengan menemukan siapa gubernur yang paling populer? Kemudian, dominan topik apa yang diperbincangkan? apakah positif atau negatif? Dari analisis aspek sentimen, bisa diketahui tingkat kedalaman engagement terhadap kandidat. Pada kesempatan ini, kami batasi hanya memilih dari lima kepala daerah, yakni:

  1. Anies Baswedan
  2. Ridwan Kamil
  3. Ganjar Pranowo
  4. Sri Sultan Hamengkubuwono X
  5. Khofifah Indar Parawansa

Dari data Map Evello di gambar 1, periode pemantauan 1 Januari-19 November 2019, Anies Baswedan tampak tersohor di ranah digital dari Sabang sampai Merauke. Namun Jawa Tengah masih tetap milik Ganjar Pranowo, seperti yang terlihat pada Map. Pemilihan periode monitor yang panjang guna mendapatkan data yang cukup mewakili untuk setiap kontestan.

Gambar 1. Distribusi percakapan di media sosial, Anies Baswedan sejak Januari menguasai opini publik, kecuali di Jawa Tengah

Sejak Januari sampai November 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik perhatian masyarakat. Isu di Jakarta kerap menjadi isu nasional, misalnya saat gaduh anggaran DKI, anggaran lem aibon dan ketika pelepasan atap JPO Sudirman. Menariknya, hal yang berbeda terjadi di Jawa Tengah, warna merah menandakan Ganjar Pranowo dominan menjadi bahasan publik. Map Evello diatas waktu penarikan datanya, sejak Januari sampai November 2019. Bagaimana dengan data pada 25/Nov/2019 – 02/Dec/2019, apakah sama?

Gambar 2. Pada pemantauan 25 November s.d. 2 Desember, Ganjar Pranowo masih berpengaruh di Jawa Tengah dan justru dominasinya melebar ke daerah lain

Gambar 2 menunjukkan hasil yang sama, Gubernur Jawa Tengah tetap mentereng di kandang banteng. Pada beberapa provinsi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi & Maluku terlihat merah. Menandakan Ganjar Pranowo, pengaruhnya menguat dan melebar keluar dari Jawa Tengah.

Gambar 3. Jumlah percakapan yang melibatkan gubernur di setiap daerah

Gambar 3 memperlihatkan bahwa warga Jawa Tengah kurang tertarik dengan isu nasional dan lebih suka membincangkan topik yang melibatkan kepala daerahnya sendiri, akibatnya sejak Januari s.d November Ganjar Pranowo memuncaki percakapan Jawa Tengah.

Warga Ibukota, tentu saja ramai membahas Anies Baswedan. Di Jawa Barat, masih unggul Anies Baswedan bukan Ridwan Kamil yang utama dibicarakan. Khofifah Indar Parawansa urutan ke-4 dalam menarik animo penduduk Jawa Timur. Sri Sultan Hamengkubuwono X, sepi dari atensi publik Yogyakarta dan berada di urutan ke-5.

Analisis Aspek Sentimen

Gambar 4. Komparasi jumlah aspek sentimen positif & negatif tiap kandidat dari media online

Jika diadu dengan seluruh kandidat, Anies Baswedan paling banyak mengoleksi jumlah aspek sentimen positif dan negatif. Posisinya berada di kuadran kanan-atas berarti jumlah sentimen negatif hampir sama banyak dengan aspek sentimen positif. Agregat aspek sentimen ini sangat besar selisihnya sehingga tampak Anies terpisah sendiri di sebelah kanan, sementara kandidat lain berada di sebelah kiri kuadran. Kondisi jumlah aspek sentimen dari setiap gubernur lebih jelas terlihat pada gambar 4 di atas.

Berada di kiri kuadran berarti, publikasi di media massa yang melibatkan Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Sultan Hamengkubuwono X & Khofifah Indar Parawansa lebih banyak mengandung berita positif daripada berita negatif.

Salah satu cara menemukan figur yang disukai adalah dengan melakukan analisis terhadap aspek sentimen. Kita coba mengenali apa saja sentimen yang muncul di media online.

Pengungkapan tabiat terhadap seseorang ini tidak muncul tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang dimulai dari aware, engagement sampai akrab. Apabila kepercayaan sudah tinggi dan memiliki visi yang sejalan, engagement ini bisa berubah menjadi advokasi. Meskipun tidak pernah bertatap muka secara langsung, orang dengan persona yang kuat akan mampu memunculkan alasan emosional.

Anies Baswedan

Gambar 5. Sentimen Anies Baswedan, periode pemantauan 26 November – 3 Desember 2019

Pada 26 November s.d. 3 Desember 2019, aspek sentimen pemberitaan Anies Baswedan tidak cukup baik. Publikasi negatif 17,2% dari seluruh pemberitaan Anies Baswedan. Pada periode ini terdapat isu besar yang berpengaruh pada sentimen negatif Anies Baswedan secara keseluruhan.

Gambar 6. Aspek sentimen positif & negatif Anies Baswedan dari publikasi media

Isi berita jika di pecah akan menghasilkan aspek sentimen seperti pada diagram funnel di gambar 6. Reuni 212 menjadi sentimen positif terbesar bagi Anies. Sedangkan aspek sentimen negatif selain macet ada rencana pembangunan hotel di kawasan Taman Ismail Marzuki. Seluruh aspek ini merupakan evaluasi terhadap kinerja Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta dan respon masyarakat terhadap suatu isu, belum muncul penilaian terhadap karakter/faktor emosional. Sumber media asal publikasi positif & negatif bisa dilihat pada gambar 7.

Gambar 7. Sumber berita Anies Baswedan dengan tone berita negatif (PKL, Macet & TGUPP) dan berita positif (Reuni 212)

Ridwan Kamil

Gambar 8. Sentimen Ridwan Kamil, periode pemantauan 26 November – 3 Desember 2019

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, periode 26/11 s.d. 3/12 mempunyai agregat sentimen positif lebih banyak (9,87%) daripada sentimen negatif (0,519%). Perpindahan 100 pabrik ke Jawa tengah menjadi penyumbang sentimen negatif bagi Ridwan Kamil. Minggu sebelumnya media sempat gaduh dengan pembangunan kolam renang di rumah dinas gubernur Jawa Barat yang menelan biaya 1,5 M. Kolam renang ini menjadi berita negatif bagi Ridwan Kamil. Secara keseluruhan sentimen positif jauh lebih banyak dari artikel yang mengandung berita negatif. Semua aspek sentimen ini, belum ada yang menyebut sifat/persona Ridwan Kamil, penanda munculnya advokat. Masih berkisar pada evaluasi publik pada program kerja/cara memerintah Jawa Barat.

Ganjar Pranowo

Gambar 9. Sentimen Ganjar Pranowo, periode pemantauan 26 November – 3 Desember 2019

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, secara umum mempunyai publikasi yang baik. Tulisan media bermuatan negatif sebesar 10,748%, sedangkan artikel positif 4,673%.

Gambar 10. Sentimen Ganjar Pranowo, periode pemantauan 26 November – 3 Desember 2019

Media ramai dengan pencemaran Sungai Bengawan Solo, 27 November 2019. Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Amerta Blora, Jawa Tengah yang mengambil air sungai itu sebagai bahan baku sudah menghentikan pengambilan dari Bengawan Solo.

Aliran air di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu berwarna merah gelap akibat tercemar limbah. Akibatnya, PDAM Tirta Amerta menghentikan pengambilan air baku dari Bengawan Solo. “Akhirnya 12.000 pelanggan tidak teraliri,” ujar Direktur PDAM Tirta Amerta, Yan Riya Pramono kepada tempo.com. Publikasi tercemarnya Bengawan Solo menjadi penyumbang sentimen negatif bagi Ganjar Pranowo, disusul teror tawon vespa dan isu kemiskinan.

Pemberitaan positif berasal dari media yang menurunkan tulisan tentang produktivitas pekerja Jateng tinggi, Ganjar himbau warga Solo stop makan daging anjing, wisata investasi Jawa Tengah dan adanya perpindahan pabrik dari Jawa Barat ke Jawa Tengah.

Gambar 11. Publikasi positif Ganjar Pranowo

Pada waktu 26 November s.d. 3 Desember, semua aspek sentimen Ganjar Pranowo belum ada yang merupakan evaluasi karakter/emosional. Semua aspek adalah evaluasi kinerja dan respon pada suatu isu.

Khofifah Indar Parawansa

Gambar 12. Agregat sentimen Khofifah Indar Parawansa, periode pemantauan 26 November – 3 Desember 2019

Orang Nomor 1 Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendapatkan publikasi media sangat baik. Periode 26 Desember-3 November terdapat 1,205% artikel positif, dan netral 98,795%, tanpa publikasi negatif. Pemberitaan positif ini berasal dari liputan media saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menggelar Pendampingan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Penanganan Isu Strategis di Jatim Melalui Optimalisasi Dana Desa Tahun Anggaran 2019, di Hotel Utami, Sidoarjo. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan alokasi dana desa untuk penurunan angka kemiskinan yang yang ada di Jatim. Penurunan kemiskinan ini mencakup yang terjadi di perdesaan maupun perkotaan.

Gambar 13. Publikasi positif Khofifah Indar Parawansa

Sri Sultan Hamengkubuwono X

Gambar 14 Publikasi media untuk Sultan HB X yang hanya memuat artikel bermuatan netral

Media coverage untuk Sri Sultan Hamengkubuwono X hanya memuat publikasi netral. Tidak ada artikel media pada masa monitor 26 November s.d. 3 Desember yang negatif maupun positif untuk Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Kesimpulan

  1. Anies Baswedan sejak Januari sampai November 2019 menguasai opini publik, kecuali di Jawa Tengah. Bahkan pada periode pemantauan 25 November s.d. 2 Desember, Anies masih mendominasi. Aspek Sentimen negatif dari pemberitaan media hampir seimbang dengan sentimen positif. Sentimen berkisar pada kinerja dan respon terhadap suatu isu.
  2. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah merupakan satu-satunya kepala daerah yang tetap menjadi sentral perhatian masyarakatnya. Warganet Jawa tengah lebih suka membincangkan permasalahan daerahnya dibandingkan isu nasional. Aspek sentimen negatif Ganjar Pranowo membesar karena adanya publikasi tercemarnya Bengawan Solo.
  3. Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat, yang selama ini cukup aktif di media sosial ternyata masih kalah pamornya dengan Anies Baswedan dimata netizen Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat lebih tertarik dengan isu nasional dibandingkan isu daerahnya sendiri. Perpindahan 100 pabrik ke Jawa tengah menjadi penyumbang sentimen negatif bagi Ridwan Kamil. Secara keseluruhan pemberitaan Ridwan Kamil cukup baik pada periode 26 November s.d. 3 Desember.
  4. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur dimasa pemantauan 26 November s.d. 3 Desember tidak mempunyai pemberitaan negatif. Tulisan positif media terkait penurunan angka kemiskinan Jawa Timur.
  5. Pemberitaan Sri Sultan Hamengkubuwono X di minggu pertama Desember tidak ada artikel yang supporting, maupun tulisan yang negatif.

Ganjar Pranowo adalah pemimpin yang paling disukai warganya. Secara konsisten di Jawa Tengah menjadi episentrum pembicaraan sejak Januari sampai November. Bahkan pada periode pemantauan yang lebih pendek, 25 November s.d. 2 Desember, Ganjar tetap mendominasi. Pilihan topik pembicaraan dimedia sosial menunjukkan kedekatan masyarakat Jawa Tengah dengan isu kedaerahan dibandingkan isu nasional. Tema lokal yang menjadi bahan perbincangan sehari-hari selama sebelas bulan menunjukkan besarnya engagement. Tahapan ini sudah bisa dikatakan sebagai awalnya muncul advokasi warga. Audience Jawa Tengah siap berperan aktif untuk terlibat menjalankan program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Selamat untuk Pak Ganjar.

 Jika pembaca memiliki pendapat yang berbeda, kita bisa berdiskusi dikolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here