Big Data Analytic: Masyarakat Indonesia Tidak Lupakan TKW

Netizen Indonesia memang hebat. Ditengah ramainya isu pergolakan di Papua, asap kebakaran hutan, kontroversi capim KPK, pro-kontra RUU KUHP dan aksi demo mahasiswa, nasib Lily Wahidin, TKW asal Ternate tak luput dari perhatian. Tingginya sebaran berita di media sosial menunjukkan empati terhadap nasib pekerja buruh migran di luar negeri tetap hidup di sanubari masyarakat.

0
129

#UsutTuntasKasusLilyWahidin demikian tulis seorang netizen di dinding media sosial yang dimilikinya. Ia meyakini bahwa kematian seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal kota tempatnya tinggal di Ternate tidak wajar.

Dengan mengunggah foto Lily dengan jahitan panjang ditubuhnya, pria bernama Dimas Wahid ini menulis “Mohon maaf kepada pihak Korban Almarhumah Lily Wahidin, TKW Malaysia asal Kota Ternate, saya terpaksa posting salah satu foto Korban yang sangat privasi, sebelumnya sudah diposting terlebih dahulu oleh salah satu akunt kerabat korban ketika jenazah Almarhumah tiba di Kota Ternate kemarin.”

“Tak ada maksud lain selain meyakinkan publik bahwa Kematian Korban yang tidak wajar ini diduga ada indikasi pembunuhan dan sindikat perdagangan organ tubuh manusia karena tubuh korban dipenuhi jahitan.”

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate Jusuf Sunya mengungkapkan, dilihat dari kronologis dan laporan yang dibuat Kepolisian Kerajaan Malaysia, dipastikan Lily meninggal setelah jatuh dari lantai 3 gedung. Kecelakaan itu juga mengakibatkan ia mengalami patah kaki.

Disnaker juga mendapat informasi jika saat mengikuti pelatihan di Bekasi selama 2 bulan, mendiang Lily dilatih untuk menjadi asisten rumah tangga (ART). Namun sesampainya di Pulau Pinang, Malaysia, ia justru ditempatkan bekerja di panti jompo.

Sementara itu, hasil pantauan Big Data Evello dalam sepekan (17-24 September 2019) memperlihatkan pemberitaan tentang Lily tidak besar. Total berita Lily bercampur urusan TKI/TKW lainnya dan kinerja Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencapai 159 artikel.

Media kompas.com adalah yang terbanyak memberitakan kematian Lily pada pekan ini dibandingkan media lainnya. 15 berita diturunkan oleh kompas.com menunjukkan tingginya perhatian media ini tehadap nasib Lily.

Walau pemberitaan tidak besar, tidak demikian dengan tanggapan netizen atas kasus kematian yang dihadapi oleh Lily Wahidin. Berita-berita kematian Lily tersebar sebanyak 3.749 kali di media sosial terbesar di Indonesia, Facebook.

Media berita Kumparan.com memiliki tingkat interaksi tertinggi dengan pengguna facebook dibandingkan media berita lainnya. Mengangkat judul “TKW asal Ternate Meninggal di Malaysia, Jasadnya Penuh Jahitan” berita tersebut memiliki tingkat interaksi di facebook sebanyak 2.851.

Tribunnews.com memiliki sebaran dan interaksi tertinggi kedua setelah Kumparan.com. Berita berjudul “BERITA POPULER: TKW Lily Wahidin yang Meninggal di Malaysia Diduga Dibunuh,Organ Tubuh Diambil Paksa” memiliki tingkat interaksi sebanyak 435.

Kesimpulan

Sebaran berita-berita tentang kematian TKW asal Ternate, Lily Wahidin bisa dikatakan tidak sebesar berita lainnya yang sedang ramai di tanah air. Satu berita tentang pergolakan di Papua berjudul “Mahasiswa Nduga: Kami Tinggalkan Indonesia Bukan Karena Takut” yang diangkat media SuaraPapua.com memiliki sebaran dan interaksi 3.417. Hampir mendekati seluruh sebaran berita tentang nasib Lily Wahidin.

Pun demikian, dengan sebaran dan interaksi sebanyak 3.749 kali, cukup bagi Evello untuk menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia menaruh perhatian terhadap nasib buruh Migran yang kadang berakhir tragis.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here